Studi menunjukkan industri travel berencana manfaatkan analitik

Laporan MIT Sloan Management Review, berkolaborasi dengan SAS, The Analytics Mandate; Path to Innovation in the Hospitality, Travel and Transportation Industry, found that nine out of 10 respondents from the travel industry believe their organizations need to step up the use of analytics to make better decisions.

menunjukkan bahwa sembilan dari 10 responden dari industri travel meyakini bahwa organisasi mereka perlu melangkah untuk menggunakan analitik agar dapat membuat keputusan lebih baik.

Saat ini menggunakan analitik untuk pembuatan keputusan bukanlah hal baru bagi industri travel dan transportasi, fokus utama analitik adalah pada penentuan harga dan manajemen pendapatan. Pada awal tahun 1980, maskapai penerbangan mengadopsi sistem manajemen lapangan untuk meningkatkan pendapatan, dan telah lebih dari 20 tahun, hotel, agen pelayaran, dan penyewaan mobil menjalani ini. Harga tentu saja menjadi faktor krusial bagi keputusan pembelian pelanggan, akan tetapi harga saja tidak akan menjamin pembelian. Agar keberhasilan terus berlanjut, industri perlu memperluas penggunaan analitik untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang pelanggan, preferensi, persepsi merk dan perilaku digital.

Ketika banyak organisasi travel yakin bahwa mereka tertinggal dalam penggunaan analitik, inilah saatnya tren berubah. Survei menemukan bahwa 63 persen responden pada industri travel dan industri percaya bahwa 12 bulan ke depan investasi utama pada analitik akan menitikberatkan pada teknologi analitik, lebih signifikan dibandingkan industri lainnya yaitu 52 persen. Lima puluh enam persen responden dalam industri travel and transportasi percaya jika investasi analitik akan dilakukan pada wilayah training, sedangkan industri lainnya yang mempercayai hal yang sama adalah sebesar 49 persen.

Data tersebut menunjukkan tren positif dan industri tahu akan hal itu. Lima puluh empat persen responden survei setuju bahwa analitik menciptakan organisasi menjadi lebih kompetitif. Seperti industri lainnya, organisasi perhotelan, travel dan transportasi memahami hubungan antara penggunaan dan inovasi analitik. Lebih dari setengah responden (51 persen) setuju jika analitik telah meningkatkan kemampuan organisasi untuk berinovasi – respon yang sama juga berasal dari industri lainnya (50 persen).

Tren saat ini tidak menggabungkan layanan dan bahkan menggabungkan, ataupun membuat paket, berbagai layanan a la carte (biaya bagasi, makanan, Wi-Fi) menjadi lebih umum dilakukan. Penggunaan analitik untuk menentukan apa, bagaimana dan kapan menawarkan layanan ini merupakan nilai yang lebih sesuai. Penggunaan analitik untuk menentukan apa, bagaimana dan kapan menawarkan layanan-layanan ini merupakan tambahan yang berharga untuk kotak departemen marketing maskapai penerbangan.

“Dengan jumlah data yang dikumpulkan oleh industri travel – dari kartu anggota, situs review, browsing online dan booking – mereka memiliki harta karun informasi pelanggan yang ada untuk mereka,” kata Kelly McGuire, PhD, Executive Director of the Hospitality and Travel Global Practice SAS. “Saat ini, jelas terdapat kesempatan besar di sini dan saya mendorong untuk melihat bahwa industri berencana untuk berinvestasi pada teknologi analitik dan training.”

Tentang SAS

SAS merupakan pemimpin software dan layanan business analytics, dan vendor independen terbesar dalam pasar Business Intelligence. Melalui solusi inovatif, SAS membantu pelanggan di lebih dari 75.000 tempat untuk meningkatkan performa kinerja perusahaan dan membantu proses pembuatan keputusan menjadi lebih cepat dan tepat. Sejak 1976 SAS telah memberikan kepada pelanggan di seluruh dunia kemampuan THE POWER TO KNOW®.

Info lebih lanjut hubungi:

Back to Top