News / Press Releases

SAS Indonesia
Apeejay House, 4th Floor,
Sampoerna Strategic Square,
South Tower 19th Foor.
JI Jend Soedirman Kav. 45-46,
JAKARTA 12930 INDONESIA
www.sas.com/indonesia

Press Release

Printer-Friendly Printer-Friendly

News

 

SAS dan Institut Pertanian Bogor Merumuskan Analytics dan Big Data Bagi Para Ahli Statistik 

Bogor  (Sep. 27, 2012)  – SAS memberikan dukungan kepada Departemen Statistika Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk merespon permasalahan kompleks dalam isu sektor publik melalui statistik. Bagaimana memanfaatkan statistik dan big data menjadi salah satu agenda pembahasan utama pada Statistika Ria Ke-8 yang diselenggarakan di Institut Pertanian Bogor tanggal 29-30 September 2012. Selama 36 tahun, SAS telah membantu pemerintah untuk lebih memahami negara mereka, meningkatkan pelayanan bagi warna negara serta meningkatkan perekonomian.  

Sebagai pemimpin software dan layanan business analytics, SAS memahami kekuatan statistik. Software SAS digunakan oleh 70 lembaga sensus dan statistik pemerintah di seluruh dunia, antara lain Biro Statistik Australiahe Australia, Biro Sensus Amerika Serikat, Statistik Norwegia, Departemen Statistik dan Sensus (C&SD) pemerintah Wilayah Administratif Khusus Hong Kong, Institut Statistik dan Geografi Brazil, Kantor Statistik Jerman (Statistisches Bundesamt), dan Statistik Denmark.

Perwakilan pemerintah bersama dengan praktisi Statistik dan pelaku dunia akademik merumuskan peran Statistik dalam mengarahkan keputusan yang tepat di berbagai sektor seperti pemerintah, perbankan dan industri keuangan. Beberapa pembicara dalam seminar antara lain Kristianus Yulianto, Consulting and Services Manager SAS Indonesia, perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS), dan Deni Irvani SSi, Peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI). 

SAS memahami jika statistik memiliki peran penting dalam menentukan kebijakan publik dan meningkatkan kehidupan umat manusia. Salah satu contohnya, SAS membantu Departemen Perumahan dan Pengembangan Kota Amerika Serikat untuk menentukan apakah program sosial yang dilakukan dapat membantu memberikan kualitas kehidupan yang lebih baik dalam bidang pendidikan, kesehatan dan lapangan kerja. London Fire Brigade (LFB), pemadam kebakaran terbesar Inggris dapat memprediksi risiko dan menentukan arah strategi pencegahan untuk mengurangi terjadinya kebakaran, korban kematian dan cedera di wilayah Inggris.

"Saat ini, SAS Indonesia berkomitmen untuk mendukung Departemen Statistika IPB sebagai bagian dari SAS Academic Program yang telah diluncurkan sejak 2011. Misi program tersebut adalah membantu universitas dalam memberdayakan para profesional muda bidang statistik sebagai penerus masa depan melalui teknologi yang sejalan dengan lingkungan business analytics. Kami sangat mendukung Statistika Ria Ke-8 untuk membangun lulusan statistik berkualitas yang memahami pentingnya analytics dan meningkatkan produktifitas mereka pada kompetisi global." kata Erwin Sukiato, Country Manager SAS Indonesia.

"Sejalan dengan agenda acara, big data hanya akan menarik jika Anda dapat memperoleh nilai analitik darinya dan analytics dapat menambah nilai tambah terhadap big data serta membangun smart organization. Pengalaman SAS menggambarkan jangkauan luas kemampuan analytics di berbagai sektor. Dalam seminar, perwakilan SAS akan menjelaskan lebih jauh tentang bagaimana analytics dengan statistik di dalamnya dapat menganalisa big data untuk keputusan yang lebih baik.” Tambah Erwin.  

Lebih dari 300 akademisi dan praktisi statistik akan mendiskusikan tentang bagaimana menganalisa big data yang terus bertambah banyak – terutama dalam sektor publik – melalui analytics. Salah satu topik pembahasan antara lain peran penting analytics dalam mewujudkan smart government dan bagaimana penanganan big data yang terus bertambah.

Sesi ini menghadirkan perwakilan dari berbagai pihak yang berkaitan dengan pemerintahan untuk membahas tentang:

  • Penggunaan Analytics untuk Keputusan Efektif pada Sektor Publik dan Swasta.
  • Pemanfaatan Big Data untuk Membangun Tim di Masa Mendatang dengan Lebih Baik.
  • Penggunaan Analytics untuk Menentukan Kebijakan Publik dalam Badan Pusat Statistik (BPS).
  • Peningkatan Teknik Analisa Big Data dalam Menentukan Kebijakan Publik. 

Dr. Ir. Hari Wijayanto, Ketua Departemen Statistika Institut Pertanian Bogor menjelaskan, "Kami yakin jika meledaknya big data dapat membantu berbagai sektor untuk menentukan keputusan yang tepat dalam organisasi. Akan tetapi, masalahnya adalah kemampuan para ahli statistik untuk menggunakan, menganalisa dan mengetahui makna dari big data. Sementara itu, terdapat berbagai perusahaan yang memiliki big data dan memerlukan lulusan yang dapat membantu mereka dalam menganalisa big data untuk mendukung keputusan bisnisnya. Kondisi ini merupakan tantangan dan kesempatan bagi para ahli statistik yang dapat diatasi dengan dukungan teknologi. Kami senang bekerja sama dengan SAS dalam menghadapi tantangan tersebut."

Alan Duta Dinasty, Ketua Panitia Statistika Ria ke-8 mengatakan, "Melalui program Statistika Ria, kami mencoba untuk memberikan wawasan baru mengenai kekuatan statistik dan implementasinya dalam sektor publik dan ekonomi. Ini merupakan program ke delapan kalinya yang berturut-turut diadakan oleh Himpunan Profesi Gamma Sigma Beta Institut Pertanian Bogor dalam lima rangkaian kegiatan. Kegiatannya meliputi Seminar Nasional tentang Statistik, Kompetisi Nasional Statistik, Achievement Motivation Training, Talkshow dan Review Buku."

Tentang Statistika Ria Ke-8

Statistika Ria merupakan acara tahunan mahasiswa Statistik se-Indonesia yang diselenggarakan oleh Himpunan Profesi Statistik IPB atau di kenal dengan Himpro Gamma Sigma Beta. Acara tahunan ini telah berlangsung selama tujuh kali dan tahun ini merupakan ke delapan kali. Acara ini merupakan tempat berkumpulnya hampir seluruh mahasiswa statistik di seluruh Indonesia dalam kompetisi statistik nasional dan mereka berlomba untuk memperoleh Piala Bergilir, Andi Hakim Nasoetion. Tahun ini, acara dikemas lebih menarik tanpa mengurangi konteks statistik sebagai sajian utama. Acara terdiri atas Seminar Nasional Statistik dengan dua sesi, Talkshow tentang Green Economy, review tentang Novel Terlaris "ibuk" oleh Iwan Setiawan dan Talkshow Statistik dengan tema "Memahami Statistik di Luar Negeri". Selain itu, terdapat tiga jenis kompetisi yang diadakan, yaitu Kompetisi Statistik Nasional bagi mahasiswa Statistik dan Matematika di seluruh Indonesia, Kompetisi Essai Nasional bagi mahasiswa dan umum di seluruh Indonesia, Kompetisi Statistika Dasar bagi mahasiswa Non-Statistik IPB yang memperoleh mata kuliah Metode Statistika. Melalui kegiatan ini, diharapkan agar para ahli statistik dan publik dapat memahami pentingnya statistik untuk memberikan solusi bagi kemajuan bangsa.

Tentang SAS

SAS merupakan pemimpin software dan layanan business analytics, dan vendor independen terbesar dalam pasar Business Intelligence. Melalui solusi inovatif, SAS membantu pelanggan di lebih dari 60.000 tempat untuk meningkatkan performa kinerja perusahaan dan membantu proses pembuatan keputusan menjadi lebih cepat dan tepat. Sejak 1976 SAS telah memberikan kepada pelanggan di seluruh dunia kemampuan The Power to Know® .

Back to Recent SAS Press Releases

Copyright © SAS Institute Inc. All Rights Reserved.

Editorial Contacts: