News / Press Releases

SAS Indonesia
Apeejay House, 4th Floor,
Sampoerna Strategic Square,
South Tower 19th Foor.
JI Jend Soedirman Kav. 45-46,
JAKARTA 12930 INDONESIA
www.sas.com/indonesia

Press Release

Printer-Friendly Printer-Friendly

News

 

SAS & EMC Greenplum Bekerja Sama dalam Analytics yang Tanggap terhadap Perubahan dan Cepat

Jakarta  (Jun. 07, 2012)  – SAS menjalin kerja sama dengan EMC Greenplum dalam mengaktifkan bisnis untuk memanfaatkan volume data besar mereka secara efektif menjadi terarah secara analytics. SAS business analytics membantu membuat keputusan lebih cepat dan baik melalui peningkatan kemampuan analisis untuk jumlah data yang sangat besar dan terus bertambah. EMC Greenplum datawarehouse dan appliances membantu organisasi global untuk menyimpan, mengatur dan melindungi data mereka dengan cara yang responsif.

Bank, perusahaan asuransi dan pembiayaan dapat mengimplementasikan aktivitas marketing terbaik untuk mengoptimalkan daftar target calon nasabah, cross-sell, loyalty dan risiko pembayaran, SAS Customer Intelligence membantu organisasi untuk menemukan kesempatan pertumbuhan yang paling menguntungkan. Selain itu, peritel dapat mengoptimalkan inventori dan harga ratusan barang, perusahaan farmasi dapat melakukan inovasi berkaitan dengan produknya, atau perusahaan manufaktur dapat meningkatkan kontrol terhadap kualitas dan stok untuk memaksimalkan pendapatan penjualan, SAS Supply Chain Intelligence membantu organisasi untuk mengintegrasikan sistem Supply Chain yang telah ada dan menemukan wawasan tersembunyi untuk menghasilkan keputusan yang lebih baik.

Era 'Big Data Era' telah tiba — data warehouses multi-petabyte, interaksi sosial media, data yang masuk secara real-time, informasi geospasial dan sumber data baru lainnya menunjukkan tantangan sekaligus kesempatan signifikan.1 Dalam industri apapun, sebagian besar organisasi memiliki jumlah data yang terus meningkat. Akan tetapi, untuk menganalisa data masif ini tidak hanya dapat menggunakan database tradisional yang sederhana. Apapun sistem atau alat yang saat ini dipergunakan organisasi, mereka tetap dapat memperoleh nilai analytics dari sistem tersebut melalui business analytics.

Menurut lebih dari 1,000 CIO dan jajaran eksekutif yang telah diinterview sebagai bagian dari survei IDC Asia/Pacific C-Suite Barometer pada Februari 2011, business analytics menduduki posisi area teknologi nomor  1 yang akan menjadikan organisasi mereka memperoroleh nilai kompetitif di tahun mendatang.1

Erwin Sukiato, Country Manager SAS Indonesia mengatakan, "Kami menyadari jika telah banyak organisasi yang menyadari tentang Big Data. Saat ini mereka sedang mempersiapkan strategi untuk menganalisa data dan menemukan wawasan yang dapat membantu mereka berkompetisi dan berhasil. Melalui Business Analytics, organisasi dapat membuat keputusan yang lebih baik dan cepat tidak hanya yang berdasarkan apa yang telah terjadi melainkan apa yang akan terjadi kemudian. Mereka juga dapat memprediksi hasil terbaik dan tetap dapat menunjukkan kecepatan meski berada dalam perubahan yang cepat."

"Informasi terbaru tentang Business Analytics diberikan pada acara bisnis yang diselenggarakan oleh SAS dan EMC Greenplum menghadirkan para eksekutif bisnis sektor finansial, ritel, farmasi dan manufaktur untuk berbagi tentang isu terkait Big Data. Perwakilan IDC juga berbagi informasi tentang kasus yang dihadapi industri serta pengalaman praktis tentang perusahaan yang memanfaatkan Big Data dan Business Analytics untuk meningkatkan keuntungan organisasi.” Erwin menambahkan.  

Customer Intelligence dan Supply Chain Intelligence: sebuah revolusi dalam industri

Erwin menjelaskan, "Organisasi di Indonesia saat ini menghadapi transisi menuju strategi bisnis yang berfokus pada pelanggan, karena dapat memberikan lebih banyak kesempatan daripada sebelumnya dengan tujuan menghasilkan pertumbuhan yang menguntungkan. Untuk menghasilkan transisi yang tepat, perusahaan memerlukan customer intelligence yang tepat dengan pendekatan holistik untuk menjawab tantangan kritis lintas marketing. CIGNA Thailand membuat revolusi marketing dengan mengintegrasikan database analytics dengan produk dan strategi channel. Berkaitan dengan solusi ini, Analis Riset Forrester2  dan Gartner 3 memposisikan SAS sebagai pemimpin (Leader)."

Dalam mengatasi Big Data, SAS juga menawarkan solusi SAS Supply Chain Intelligence untuk memberikan manfaat penting bagi organisasi dengan membantu mereka mengubah data menjadi informasi dan mengembangkan wawasan unik tentang pola permintaan barang, jaringan penyediaan barang, operasional dan persyaratan customer service. SAS dapat melengkapi dan memanfaatkan investasi ERP yang telah dijalankan organisasi dengan interface yang mendukung berbagai jenis sistem yang saat ini banyak dipergunakan. Dalam forecasting arah permintaan (demand-driven forecasting), organisasi dapat menganalisa dan mengkombinasikan berbagai model untuk menghasilkan forecast yang terbaik menggambarkan organisasi pada setiap tingkat perusahaan dan hierarki produk. Untuk optimisasi inventori, organisasi dapat mengoptimalkan stok pada tingkat keamanan tertentu, mengurangi stok yang berulang, meminimalkan order dan inventori, mencapai tingkat customer service yang ditargetkan dan meningkatkan cash flow karena memiliki produk yang tepat pada lokasi yang tepat.  

Amway China telah mengembangkan Inventory Optimization System (IOS) canggih yang di bangun dengan SAS® Forecast Server, SAS® Inventory Optimization dan SAS® Enterprise Guide yang mendukung pengurangan tingkat stok secara bertahap, menyeimbangkan distribusi produk, dan meningkatkan kepuasan pelanggan hingga 97 persen.

 

___________________________________________________________________________

1 The CIO Bridges the IT/Business Value Gap… Finally, Philip Carter, 10 Agustus  2011.

2 The Forrester WaveTM: Cross-Channel Campaign Management, Q1 2012 . Robert Brosnan, 31 Januari 2012.

The Magic Quadrant for CRM Multichannel Campaign Management, Gartner, 22 Mei 2012.

About SAS

SAS is the leader in business analytics software and services, and the largest independent vendor in the business intelligence market. Through innovative solutions, SAS helps customers at more than 60,000 sites improve performance and deliver value by making better decisions faster. Since 1976 SAS has been giving customers around the world The Power to Know® .

Back to Recent SAS Press Releases

Copyright © SAS Institute Inc. All Rights Reserved.

Editorial Contacts: