News / Press Releases

SAS Indonesia
Apeejay House, 4th Floor,
Sampoerna Strategic Square,
South Tower 19th Foor.
JI Jend Soedirman Kav. 45-46,
JAKARTA 12930 INDONESIA
www.sas.com/indonesia

Press Release

Printer-Friendly Printer-Friendly

News

 

SAS Indonesia Bekerja Sama dengan Institut Pertanian Bogor, Universitas Islam Indonesia dan Universitas Multimedia Nusantara dalam Academic Program

Sebuah program inovatif untuk menghadirkan lulusan analytics berstandar tinggi yang mampu memenangkan dunia kerja kompetitif 

Jakarta  (May 16, 2012)  – Pada 2011, SAS Indonesia telah memprakarsai SAS Academic Program untuk menjembatani gap antara dunia akademik dan bisnis. SAS Academic Program di desain untuk mendukung kurikulum dan pengembangan mahasiswa di universitas. Melalui program ini, universitas dapat menikmati lisensi software SAS secara tidak terbatas baik bagi mahasiswa maupun dosen, pelatihan, e-learning, buku, materi pengajaran, datasets dan dukungan pengembangan kurikulum tentang SAS yang sesuai dengan lingkungan business analytics

Menurut Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI), pada 2010, terdapat 3.098 universitas di seluruh Indonesia dan data dari Kementerian Pendidikan Nasional menunjukkan terdapat 655.012 lulusan dari perguruan tinggi, baik swasta maupun negeri. Sementara itu, data dari Kementerian Tenaga Kerja menunjukkan jumlah pengangguran dari lulusan Sarjana dan Diploma adalah 208.937 usia 20-24 tahun dan 416.788 usia 25-29 tahun. Data-data tersebut menunjukkan terdapat gap antara jumlah pekerjaan dan lulusan.

SAS menyadari semakin tumbuhnya SAS, maka permintaan sumber daya manusia yang menguasai SAS juga semakin meningkat. Program ini memberikan manfaat yang penting bagi negara dalam mengembangkan profesional muda analytics generasi mendatang dengan kemampuan bisnis modern. Saat ini, SAS Indonesia telah bermitra dengan lima universitas dalam SAS Academic Program.

Erwin Sukiato, Country Manager SAS Indonesia menjelaskan, "Sejak program ini diluncurkan, kami menghargai universitas yang telah menerima program ini dengan baik. Kami berharap agar inisiatif ini tidak hanya sekedar penggunaan software. Misi program ini adalah membantu universitas dalam mengembangkan profesional muda generasi mendatang dengan teknologi yang sesuai dengan lingkungan business analytics".

"SAS Indonesia saat ini memiliki 45 pelanggan di mana 67% dari mereka adalah Bank, Asuransi dan perusahaan Pembiayaan. Pelanggan lainnya adalah Pemerintah, perusahaan Riset, Manufaktur, Ritel, Farmasi dan Pendidikan. Melalui program ini, kami mencoba menjembatani industri untuk memperoleh sumber daya manusia analytics dalam mengembangkan business analytics."

Dr Asep Saefuddin, Dosen Senior Departemen Statistika Institut Pertanian Bogor mengatakan, "SAS Academic Program telah diterima dengan baik oleh Departemen kami. Program ini dapat membantu kami untuk menghasilkan lulusan statistika yang handal. Hal ini sejalan dengan misi kami untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan memahami pentingnya kualitas dan produktivitas menuju persaingan global. Selain itu, mahasiswa kami dapat memperoleh lebih banyak eksposur ke teknologi dan solusi dalam bisnis. Semuanya itu akan meningkatkan nilai kompetitif kualitas lulusan kami."

Prof Hadri Kusuma, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia mengatakan, "Melalui program ini, mahasiswa dan para akademisi di Fakultas Ekonomi, jurusan Ilmu Ekonomi dan Akuntansi dapat memiliki kemampuan untuk mengakses software canggih, SAS, dan memiliki kesempatan berkenalan dengan lingkungan business analytics. SAS Academic Program merupakan cara inovatif untuk mendidik dan melengkapi mahasiswa kami dengan software serta memenuhi kebutuhan bisnis. Kurikulum SAS yang telah mendunia juga memperkaya materi pengajaran kami dengan real-life datasets di mana mahasiswa dapat membuat laporan, model dan juga forecasting."

Sementara itu, Januar Wahjudi, SKom, MSc, Dekan Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara mengatakan, "Kami mengimplementasikan SAS di program studi Sistem Informasi karena kami memahami SAS Academic Program dapat memberikan nilai tambah, baik bagi mahasiswa maupun dosen. Kami berharap misi kami untuk mengembangkan mahasiswa berstandar tinggi dan mempersiapkan mereka agar memiliki masa depan karir yang cerah dapat terwujud melalui kerja sama ini. Dalam program ini, kami berencana untuk memberikan penekanan pada data mining dan business intelligence ke dalam kurikulum kami”.                

The SAS Education Analytical Suite mengintegrasikan lebih dari 20 produk SAS dalam satu paket eksklusif bagi profesional di dunia pendidikan yang ingin menguasai alat analytics unggul. Paket ini di desain untuk memenuhi berbagai kebutuhan pengguna dari kelompok yang berbeda. Implementasi yang komprehensif dapat digunakan untuk semua jurusan, seperti Statistik, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Teknik Industri, Ekonomi, Bisnis, Manajemen, dan Sistem Informasi. Beberapa contohnya antara lain:

  • Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, mahasiswa dapat memanfaatkan pengetahuan Statistik pada tataran yang lebih tinggi, seperti Analysis of Variance, Regression, Bayesian, Cluster Analysis, Survey Data Analysis, dan Non-Parametric analysis.
  • Teknik Industri, mahasiswa dapat menggunakan software untuk riset operasi dan quality control, seperti Critical Path Method, Optimisasi, PERT, GANTT Charts, Bill of Material, dan Scheduling.
  • Ekonomi, Bisnis dan Manajemen, mahasiswa dapat mengimplementasikan Econometric Time Series, seperti Time Series forecasting system, econometric analysis (Regression, what-if, Monte Carlo simulation, Multinomial discrete choice analysis, time value of money analysis)..
  • Sistem Informasi, mahasiswa dapat menggunakan software untuk data mining dan business intelligence.

Saat ini, universitas di seluruh dunia menggunakan software SAS, termasuk University of Philippines untuk Departemen Statistik, North Carolina State University untuk Departemen Teknologi Informasi (TI), Sunway University College untuk Departemen TI, Warsaw School of Economics untuk jurusan Ekonomi, Universiti Teknologi Malaysia untuk Departemen Matematika, University of Southampton untuk Ilmu Manajemen, the Universiti Teknologi MARA (UiTM) of Malaysia untuk fakultas Teknologi Informasi dan Ilmu Kuantitatif, dan University Utara Malaysia (UUM) untuk Departemen Ilmu Kuantitatif.

 

About SAS

SAS is the leader in business analytics software and services, and the largest independent vendor in the business intelligence market. Through innovative solutions, SAS helps customers at more than 60,000 sites improve performance and deliver value by making better decisions faster. Since 1976 SAS has been giving customers around the world The Power to Know® .

Back to Recent SAS Press Releases

Copyright © SAS Institute Inc. All Rights Reserved.

Editorial Contacts: